Jelang Iduladha 2026, Pemprov Lampung Intensifkan Pemantauan Harga Pangan Strategis
KATALAMPUNG.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1447 H / 2026. Langkah antisipatif ini diperkuat melalui pengawasan ketat terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan
oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan
Ruchyansyah, usai mewakili Pemprov Lampung dalam Rapat Koordinasi (Rakor)
Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual. Pertemuan rutin mingguan
yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen
Kemendagri), Tomsi Tohir, ini diikuti dari Ruang Command Center Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (25/5/2026).
Tren Inflasi Nasional dan
Historis Momentum Iduladha
Dalam rakor tersebut, Deputi
Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji
Ismartini, memaparkan analisis historis perkembangan inflasi menjelang Iduladha
dari tahun 2022 hingga 2025 secara month-to-month (m-to-m). Pada periode
berjalan tahun 2026, tingkat inflasi nasional tercatat berada di angka 0,13
persen.
Berdasarkan data historis
BPS, momentum menjelang Iduladha secara umum cenderung memicu inflasi, kecuali
pada tahun 2024 yang sempat mencatatkan deflasi. Kendati demikian, tingkat
inflasi pada periode ini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan lonjakan
inflasi saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Kelompok komoditas makanan,
minuman, dan tembakau tercatat tetap menjadi penyumbang andil inflasi tertinggi
selama masa HBKN tersebut.
Perkembangan Indeks
Perkembangan Harga (IPH) di Lampung
Memasuki minggu ketiga Mei
2026, BPS merilis data Indeks Perkembangan Harga (IPH) tingkat nasional. Dari
data tersebut, sebanyak 17 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 21
provinsi lainnya mencatatkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Untuk wilayah Bumi Ruwa
Jurai, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Lampung pada minggu ketiga Mei
2026 mengalami kenaikan sebesar 0,77 persen. Secara nasional, lonjakan harga di
berbagai daerah didominasi oleh tiga komoditas utama, yaitu: Cabai merah, Cabai
rawit dan Bawang merah.
Sinergi Lintas Sektor untuk
Stabilitas Pangan Daerah
Guna memitigasi risiko
lonjakan harga yang lebih tinggi, berbagai kementerian dan lembaga
negara—termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian,
Kementerian Perdagangan, dan Perum Bulog—telah menyiapkan strategi penguatan
stok operasional di seluruh Indonesia.
Merespons dinamika pasar
tersebut, Yayan Ruchyansyah menyatakan bahwa Pemprov Lampung terus
mengintensifkan koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat
kabupaten/kota. Pengawasan harian dan intervensi pasar akan difokuskan pada
wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan harga komoditas cukup signifikan.
Melalui sinergi lintas sektor dan pemantauan harga harian yang terukur, Pemprov Lampung optimis pergerakan harga komoditas pangan strategis dapat kembali terkendali pada pekan berikutnya, sehingga hak masyarakat untuk mendapatkan pangan dengan harga terjangkau tetap terpenuhi.(kmf)
