Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Rapat Paripurna DPRD Lampung Bahas LKPJ TA 2025
KATALAMPUNG.COM — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung dalam rangka Pembicaraan Tingkat II Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran (TA) 2025. Agenda penting ini berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung pada Senin (25/5/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani menekankan bahwa pembahasan LKPJ ini bukan sekadar pemenuhan agenda administratif pemerintahan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang evaluasi bersama terhadap seluruh capaian dan ikhtiar pembangunan yang telah diupayakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sepanjang tahun 2025.
Sinergi Eksekutif dan
Legislatif Demi Kemajuan Daerah
Gubernur Mirza menilai
jalannya proses pembahasan LKPJ sebagai cerminan kemitraan kelembagaan yang
sehat dan dinamis antara pihak eksekutif dan legislatif. Ia memandang perbedaan
pendapat selama proses evaluasi sebagai hal yang wajar demi mencapai hasil
terbaik.
"Perbedaan pandangan
merupakan hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan daerah. Namun, tujuan
utama kita tetap sama, yaitu menghadirkan pembangunan yang lebih baik serta
pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat," ujar Gubernur
Lampung.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada jajaran DPRD Provinsi Lampung, khususnya Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, atas dedikasi dan pemikiran yang dicurahkan selama meneliti dokumen pertanggungjawaban tersebut. Pemprov Lampung berkomitmen untuk menjadikan setiap catatan, pandangan, dan rekomendasi dari DPRD sebagai bahan evaluasi strategis.
Capaian Makro dan Fokus
Pembangunan Pemprov Lampung TA 2025
Berdasarkan laporan resmi
dari Pansus DPRD Provinsi Lampung, penyelenggaraan pemerintahan daerah
sepanjang TA 2025 dinilai telah berjalan sesuai regulasi dan berhasil menjaga
keberlanjutan pembangunan. Salah satu indikator keberhasilan yang disorot
adalah pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang berhasil mencapai angka 5,28
persen, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap tumbuh positif.
Selama tahun anggaran
tersebut, Pemprov Lampung memprioritaskan kebijakan pada beberapa sektor
strategis, di antaranya: Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Penguatan
konektivitas dan infrastruktur wilayah untuk mobilitas serta distribusi, Pemberdayaan
ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan UMKM dan penarikan investasi, Peningkatan
kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan Kesehatan serta Menjaga
stabilitas sosial daerah.
Rekomendasi Strategis untuk
Pembangunan Inklusif
Meski mencatatkan tren
positif, Pansus DPRD memberikan sejumlah rekomendasi penting guna mendorong
efektivitas pemerintahan ke depan. Beberapa poin rekomendasi tersebut meliputi
sinkronisasi perencanaan anggaran, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD),
penguatan kapasitas fiskal, hingga peningkatan efisiensi belanja daerah agar
lebih berorientasi pada hasil (outcome-based).
Menanggapi masukan tersebut,
Gubernur Mirza menegaskan bahwa tuntutan dinamika ekonomi dan perubahan sosial
mengharuskan pemerintah bekerja secara lebih adaptif, kolaboratif, dan terukur.
Hubungan kerja yang harmonis
dengan DPRD diyakini menjadi modal utama dalam mewujudkan visi pembangunan
Lampung yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi.(KLM)
