Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama BPKP untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mewujudkan tata kelola keuangan dan aset yang akuntabel dan transparan. Upaya ini ditegaskan melalui audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung, yang berlangsung di Ruang Kerja Sekda, Jumat (25/07/2025).
Pertemuan ini menjadi
langkah strategis Pemprov Lampung dalam mempererat sinergi dan kolaborasi
dengan BPKP, menegaskan peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan
penggunaan dana publik yang efektif dan efisien demi kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut,
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjelaskan bahwa
audiensi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Lampung yang
menekankan pentingnya pendampingan BPKP bagi Pemerintah Provinsi Lampung.
"Amanah dari Bapak
Gubernur adalah agar Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa berdampingan dengan
BPKP, berdiskusi, dan menyelaraskan pemahaman dalam menginterpretasikan sebuah
kebijakan," ujar Sekdaprov
Sekdaprov menambahkan bahwa
hal ini sangat krusial, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan
aset, demi menjaga kepercayaan masyarakat.
"Kita harus memastikan
bahwa setiap regulasi yang dikeluarkan telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat
dan peraturan yang berlaku. Dalam setiap pengambilan kebijakan, Bapak Gubernur
meminta BPKP sebagai pembanding dari semua asumsi dan narasi, yang pada
akhirnya bertujuan untuk optimalisasi tata kelola seluruh aset dan keuangan di
Pemerintah Provinsi Lampung," tegasnya.
Plt. Kepala Perwakilan BPKP
Lampung, Agus Setiyawan, menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Lampung.
Ia menjelaskan bahwa BPKP telah lama mengedepankan pendekatan kemitraan dengan
pemerintah daerah.
"Eksistensi
pendampingan antara BPKP pusat dan daerah sudah jauh dilakukan. Kami menyebut
pemerintah daerah sebagai mitra, bukan objek. Oleh karena itu, kami mengajak
untuk bersama-sama berdiskusi serta bertukar pikiran," jelas Agus.
Menurut Plt. Kepala Perwakilan
BPKP Lampung, akuntabilitas adalah hal yang sangat penting, mengingat dana yang
dikelola adalah dana publik yang bersumber dari rakyat.
Agus Setiyawan juga
menjelaskan tiga fokus utama BPKP, yaitu manajemen pemerintah, manajemen
risiko, dan pengendalian. Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki peluang
besar untuk dapat menghasilkan pendapatan dari aset-aset yang telah dimiliki.
"Pada prinsipnya, kami
siap menjadi pendamping dan mitra yang akan lebih efektif dalam mencapai tujuan
tersebut," ucapnya.
Kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPKP ini diharapkan akan membawa dampak positif yang signifikan. Dengan sinergi yang kuat ini, Pemerintah Provinsi Lampung optimis dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lampung. (kmf)
