Sekdaprov Marindo Buka Seminar ISEI 2025: Dorong Transformasi Ekonomi Lampung
Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung secara resmi membuka Seminar dan Rapat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Lampung 2025 yang digelar di Auditorium Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Rabu (30/7/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung melalui Sekdaprov
menyampaikan apresiasi atas kontribusi ISEI dalam mendukung pembangunan daerah.
“ISEI kami harapkan terus memperkuat langkah menuju visi Lampung Maju –
Indonesia Emas 2045,” ujar Gubernur.
Seminar ini dinilai menjadi momentum
penting untuk menyusun langkah konkret memperkuat daya saing dan ketahanan
ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. Lampung, menurutnya, mampu
mencatatkan kinerja ekonomi yang positif meskipun dihadapkan pada tantangan
eksternal seperti kebijakan dagang Amerika Serikat, serta konflik geopolitik
global.
Pertumbuhan ekonomi Lampung pada
triwulan IV tahun 2024 mencapai 5,22%, dan meningkat menjadi 5,47% pada
triwulan I 2025—tertinggi di Sumatera dan melampaui rata-rata nasional. Dari
sisi sektor, pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi tulang punggung
dengan kontribusi 24,37% dan pertumbuhan 5,42%. Sektor industri pengolahan
tumbuh signifikan sebesar 8,79%, diikuti perdagangan yang naik 6,42%.
Dari sisi ketenagakerjaan, sepanjang
Februari 2024–Februari 2025, Lampung berhasil menyerap 42,73 ribu pekerja baru.
Tingkat pengangguran terbuka menurun dari 4,12% menjadi 4,07%. Sektor pertanian
masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.
Pergeseran ke sektor formal juga terus
berlangsung. Tercatat pekerja sektor formal naik menjadi 29,4% di Februari
2025, dari 27,5% tahun sebelumnya. Sebaliknya, sektor informal menurun ke
70,6%. “Ini menunjukkan peningkatan kualitas lapangan kerja yang lebih menjamin
kesejahteraan tenaga kerja,” kata Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan
pentingnya menciptakan iklim investasi yang ramah dan sejalan dengan arah
pembangunan daerah. Ia juga menyoroti tiga pilar utama dalam transformasi
ekonomi Lampung menuju 2045 sesuai RPJPD, yaitu: Penguatan daya saing daerah, Peningkatan
ketahanan ekonomi, dan Pembangunan yang inklusif.
“Melalui
diskusi hari ini, saya berharap terbangun sinergi dan kolaborasi untuk menjawab
tantangan pembangunan dan mendorong transformasi ekonomi Lampung,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua ISEI Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menegaskan bahwa ISEI adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif berbasis data ekonomi yang akurat. Ia juga menyampaikan komitmen ISEI untuk terus mendorong kemajuan ekonomi melalui riset, pelatihan, seminar, serta pemberdayaan desa binaan.(kmf)
