Menteri PPPA Apresiasi Komitmen Lampung Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Bandar Lampung --- Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bupati, dan Walikota se-Provinsi Lampung menandatangani Komitmen Bersama pelaksanaan dan pengimplementasian Pengarusutamaan Gender (PUG), Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), mewujudkan Ruang Bersama Indonesia (RBI) melalui Desa Tapis, serta peningkatan capaian Provinsi/Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2025–2030.
Kegiatan tersebut
berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (27/09/2025),
dengan penandatanganan dilakukan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi, Wakil
Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Plt. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak
Kemen PPPA Ratna Susianawati, serta seluruh kepala daerah atau perwakilannya.
Wakil Gubernur Lampung Jihan
Nurlela dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran Menteri PPPA di
Lampung menjadi motivasi untuk memperkuat pembangunan yang inklusif, ramah
anak, dan responsif gender.
"Provinsi Lampung
berkomitmen penuh untuk mendukung berbagai program strategis yang diinisiasi
oleh Kementerian PPPA. Melalui Dinas PPPA kemudian Provinsi Lampung serta
bupati walikota di Provinsi Lampung serta dukungan lintas sektor," ucapnya
Wagub juga menjelaskan bahwa
Pemerintah Provinsi Lampung memiliki beberapa agenda utama yang akan terus
disinergikan, kolaborasikan dan jalankan bersama antara lain: Pengarusutamaan
Gender (PUG) dan Anggaran Responsif Gender (ARG), Provinsi Layak Anak
(PROVILA), mengimplementasikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) melalui Program
Desa Tapis yaitu Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas
yang merupakan desa binaan kolaborasi antara TP PKK Provinsi Lampung,
Pemerintah Provinsi Lampung, Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dengan elemen
masyarakat.
Wagub dalam kesempatan
tersebut juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung menaruh perhatian
serius pada upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan
anak, hal ini dilandasi bahwa menurut data Aplikasi Simfoni Kementerian PPPA,
lima tahun terakhir Lampung mengalami tren kenaikan kasus kekerasan.
"Karena itu, kami
bertekad memperkuat peran UPTD PPA, PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis
Masyarakat), PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) dan FORUM PUSPA (Forum
Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak). Selain itu kami
meningkatkan sistem layanan rujukan terpadu, serta membangun jejaring kerja
sama lintas sektor agar setiap korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan
yang cepat, tepat, dan berkeadilan," tegasnya.
Selain itu, Pemerintah
Provinsi Lampung juga akan mengoptimalkan aplikasi Lampung-in sebagai pusat
laporan masyarakat, yang terintegrasi dengan sistem pelaporan Kementerian PPPA.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus sekaligus menurunkan
angka kekerasan di masyarakat.
Diakhir Wagub berharap
seluruh pihak dapat ikut serta bersama, bersinergi dan berkolaborasi dalam
mengatasi hal tersebut sehingga capaian dan komitmen tersebut dapat tercapai
dan akan terus berjalan secara berkelanjutan.
"Semua capaian dan
komitmen itu membutuhkan sinergi yang erat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah
Daerah, lembaga maupun elemen masyarakat dan kami meyakini bahwa arahan dan
dukungan dari Kementerian PPPA akan semakin memperkuat langkah kami di
daerah," ucap Wagub
"Oleh karena itu,
melalui momentum kehadiran Ibu Menteri di Provinsi Lampung ini, kami tegaskan
kembali komitmen seluruh Kepala Daerah untuk mendukung program-program
Kementerian PPPA melalui Dinas PPPA, secara konsisten, berkelanjutan, dan
terintegrasi," pungkasnya.
Sementara itu, Menteri PPPA
Arifah Fauzi, menyampaikan apresiasi atas komitmen Lampung dalam pencegahan dan
penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia juga menekankan pentingnya
kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan masyarakat.
"Kami ingin sekali bersinergi, berkolaborasi apa yang bisa kita lakukan bersama di Ruang Bersama Indonesia ini untuk menguatkan masyarakat kita untuk menjadi desa-desa yang ideal. Mudah-mudahan ini sebagai upaya kita untuk memberikan solusi dan jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat kita. Mudah-mudahan kolaborasi dan sinergi kita bisa lebih diperkuat lagi," harapnya. (kmf)
