Sejarah Desa Rajabasa Lama
KATALAMPUNG.COM – Desa Rajabasa Lama adalah salah satu Kampung Tua yang ada di Kabupaten Lampung Timur. Penyebutan nama Rajabasa Lama disesuaikan dengan penyebutan dalam Bahasa Indonesia, dimana dalam Bahasa Lampung penyebutan adalah Rajobaso Lamo.
Dalam sejarahnya, warga
kampung tua Rajabasa Lama merupakan keturunan Betan Subing (Buay Subing), anak
dari Ratu Di Puncak atau Ratu Di Puccak, yang bersaudara dengan Nunyai, Unyi
dan Nuban serta masuk dalam persekutuan adat Abung Siwo Migo.
Dari Betan Subing, turunlah
kepada anak keturunannya yang bergelar MINAK PEMUKO RATU DIBUMEI II,
lahir pada Hari Minggu tanggal 10 bulan Januari tahun 1672 M, bertepatan pada
tanggal 9 bulan Romadhon tahun 1082 H. Beliaulah Pendiri Kampung RAJA BASA TUA
di Way Terusan Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah saat ini. Beliau generasi
ke 5 (Lima) dari Minak Ratu Di Puccak sampai dengan generasi ke 11 (Sebelas)
Masih berada di Raja Basa Tua Way Terusan.
Selanjutnya pada era
kepenyimbangan Minak Gedei Berajo Bilik Way generasi ke 12 (Dua belas); Pengiran
Ratu Sangun Bilik Tengah generasi ke 12 (Dua belas); Rajo Lem Kebuayan Bilik
Libo generasi ke 13 (Tiga belas); Tuan Riyo Tuho Bilik Ghabo generasi ke 2
(Dua); Umbar Mayo Bilik Talang generasi ke 1 (Satu) melakukan migrasi ke daerah
lain.
Migrasi dipimpin oleh Minak
Gedei Berajo dan diikuti anak buahnya serta kaum kerabatnya mereka pindah dari
Kampung Raja Basa Tua Way Terusan ke Way Pegadungan Kecamatan Purbolinggo
sekarang ini, pada hari Sabtu tanggal 7 bulan Juni tahun 1828 M, bertepatan
pada tanggal 24 bulan Dzulqoidah tahun 1243 H dengan tetap menggunakan nama kampung
Raja Basa.
Setelah 4 (Empat) Zaman atau
keturunan mendiami atau berada di Way
Pegadungan maka selanjutnya mereka
pindah lagi pada di masa Kepala Kampung Raja Basa: Pengiran Sempurno
Jayo Bilik Libo generasi ke 16. Beliau mengajak para kaum kerabatnya pindah
dari Way Pegadungan menuju Way Bagul pada Hari Senin tanggal 4 bulan
Desember tahun 1911 M. bertepatan dengan tanggal 13 bulan Dzulhijjah tahun
1329 H;
Pada saat perpindahan itu, Penyimbang
lima Bilik di kampung Rajabasa diantaranya:
1. Suttan Ratu Sebuai Subing
Bilik Wai generasi ke 16 (Enam belas;
2. Pengiran Ratu Migo Bilik
Tengah generasi ke 16 (Enam belas);
3. Pengiran Sempurno Jayo /
Kepalo Rateu Bilik Libo generasi ke 16;
4. Suttan Penutup Rateu
Bilik Ghabo generasi ke 6 (Enam belas);
5. Pn. Mekurat / Pengiran
Pukuk Bilik Talang generasi ke 5 (Lima);
Semenjak Tahun 1974 Nama
Kampung Berubah Menjadi Desa, dengan demikian nama desa ini menjadi DESA RAJA
BASA LAMA / RAJO BASO LAMO dikarenakan semua atau seluruh Penyimbang Tua lima Bilik berada di Raja Basa Lama ini.
Sejarah desa Rajabasa Lama
ini tertulis dalam buku BUK yang ditulis Pengiran Sepahitlidah
pada hari Jum’at tanggal 3 bulan Oktober tahun 1919 M. bertepatan dengan tanggal
9 bulan Muharam tahun 1338 H.
Maka dengan dasar itulah Majelis
Penyimbang Adat Lampung Desa Raja Basa Lama menetapkan hari lahirnya desa Rajabasa
Lama pada tanggal 4 Desember.
Adapun nama-nama dari para
pemimpin Desa Rajabasa Lama dari zaman pertama pindahnya Kampung Raja Basa
hingga saat ini adalah sebagai berikut :
1. Beliau
Pengiran Sempurno Jayo periode tahun 1907-1918 sebagai Kepala Kampung.
2. Suttan
Ratu Sebuay Subing periode tahun 1919-1923 sebagai Kepala Kampung
3. Suttan
Hidayat periode tahun 1924-1928 sebagai Kepala Kampung
4. Pengiran
Siwo Mergo periode tahun 1929-1933 sebagai Kepala Kampung
5. Rajo
Usul periode tahun 1934-1941 sebagai Kepala Kampung
6. Pengiran
Ratu Sebuay Subing periode tahun 1942-1951 sebagai Kepala Kampung
7. Rajo
Yang Punya Bumi periode tahun 1952-1958 sebagai Kepala Kampung
8. Pengiran
Dano Rajo periode tahun 1959-1966 sebagai Kepala Kampung
9. Rajo
Mudo periode tahun 1967-1968 sebagai Kepala Kampung
10. Amir
Puspa Mega Batin Ekajaya periode tahun 1969-1979 sebagai KepalaDesa
11. M.
Bachri periode tahun 1980-1988 sebagai Kepala Desa
12. Amir
Puspa Mega Batin Ekajaya periode tahu 1989-1998 sebagai Kepala Desa
13. Rahmat
Dalem Mashur periode tahun 1999-2013 sebagai Kepala Desa
14. Yahya
Nuri Raden Mashur periode tahun 2014-2019 sebagai Kepala Desa
15. Zunaidi periode tahun 2020-hingga saat ini sebagai Kepala Desa.
