Pemprov Lampung dan Unhan RI Perkuat Ketahanan Wilayah Strategic
KATALAMPUNG.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat sinergi lintas sektor guna mengantisipasi eskalasi ancaman multidimensi di kawasan pintu gerbang utama Pulau Sumatera. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembukaan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/05/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi
Lampung, Marindo Kurniawan, yang membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal, menegaskan bahwa sistem pertahanan negara saat ini tidak lagi
hanya bertumpu pada kekuatan militer konvensional. Menghadapi kompleksitas
dinamika global, penguatan ketahanan nasional membutuhkan kolaborasi terpadu
antara pemerintah daerah, TNI, akademisi, dunia usaha, hingga generasi muda.
Posisi Strategis Gerbang
Sumatera dan Mitigasi Risiko Non-Militer
Sebagai kawasan vital yang
menghubungkan pergerakan logistik serta mobilitas manusia antar-pulau, Provinsi
Lampung memegang peranan kunci dalam menjaga stabilitas nasional. Keberadaan
Selat Sunda, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, dan jaringan Jalan Tol
Trans Sumatera menjadikan wilayah ini sebagai tulang punggung ekonomi sekaligus
objek strategis pertahanan negara. Namun, posisi geostrategis tersebut membawa
konsekuensi tingginya potensi risiko, mulai dari kejahatan lintas negara,
penyelundupan barang ilegal, kerentanan ancaman siber, hingga ancaman bencana
alam seperti tsunami, gempa bumi, dan cuaca ekstrem.
Selain fokus pada mitigasi
bencana dan keamanan maritim, Pemprov Lampung menempatkan ketahanan pangan
serta penguatan ekonomi berbasis komoditas sebagai pilar pertahanan
non-militer. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung memberikan
kontribusi besar pada rantai pasok pangan Indonesia, termasuk memasok mayoritas
kebutuhan tapioka nasional. Pemerintah daerah secara konsisten mendorong
efisiensi hilirisasi pertanian, pengembangan kawasan industri logistik, serta
peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar generasi muda siap menghadapi
disrupsi teknologi di masa depan.
Rekomendasi Riset Unhan RI
untuk Pembangunan Daerah
Pelaksanaan KKDN yang
diikuti puluhan mahasiswa magister Unhan RI ini difokuskan pada pemetaan
potensi wilayah, analisis ketahanan nasional, serta pengkajian strategi
pertahanan di tingkat daerah. Rektor Unhan RI, Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho,
mengapresiasi dukungan penuh Pemprov Lampung dan menggarisbawahi pentingnya
riset lapangan ini di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian
kompleks.
Melalui integrasi kajian akademik dan kebijakan publik, hasil penelitian mahasiswa Unhan RI diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Kolaborasi ini diproyeksikan dapat memperkokoh kesiapsiagaan Lampung dalam menghadapi ancaman multidimensi sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah yang aman, stabil, dan inklusif.
