Pemerintah Provinsi Lampung Fokus Tingkatkan Produksi dan Hilirisasi Sektor Perkebunan

KATALAMPUNG.COM - Pemerintah Provinsi Lampung terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor perkebunan melalui peningkatan produksi, produktivitas, mutu hasil, serta percepatan hilirisasi. Langkah strategis ini dinilai krusial guna mendongkrak nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung Fokus Tingkatkan Produksi dan Hilirisasi Sektor Perkebunan


Pernyataan tersebut mengemuka dalam Apel Mingguan di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, di mana Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung di Bandar Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Triwulan IV Tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi sebesar 28,35 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto Lampung, di mana subsektor perkebunan menyumbang 7,32 persen.

Besarnya andil tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan perkebunan memegang peranan vital dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi serta pengentasan kemiskinan di daerah.

“PDRB menjadi salah satu tolak ukur tingkat kesejahteraan penduduk, sehingga pembangunan dan pengembangan pertanian, khususnya subsektor perkebunan, akan paralel dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujar Gubernur Lampung dalam sambutan tertulisnya.

Selain menyerap tenaga kerja dan menjadi sumber pendapatan warga, sektor perkebunan juga berkontribusi besar dalam menghasilkan devisa melalui ekspor serta mendukung ketahanan pangan nasional sejalan dengan target Lampung sebagai lumbung pangan utama. Hingga akhir tahun 2025, volume produksi dari sejumlah komoditas unggulan Lampung tercatat sangat tinggi, menempatkan komoditas seperti kopi robusta dan lada di peringkat kedua nasional, serta tebu di posisi kedua nasional.

Meskipun demikian, pemerintah daerah memandang perlu adanya keseimbangan antara peningkatan produksi dan penguatan hilirisasi agar produk perkebunan rakyat tidak lagi didominasi oleh bahan mentah semata.

“Produk perkebunan khususnya perkebunan rakyat masih didominasi oleh produk mentah atau bahan mentah, oleh karena itu hilirisasi perlu terus kita dorong untuk meningkatkan nilai tambah,” tegas Gubernur.

Melalui hilirisasi, hasil bumi diolah menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi untuk memberikan nilai ekonomis yang lebih tinggi. Upaya ini juga didukung oleh pemendekan rantai distribusi melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan pelaku industri.

“Perlu kerja sama yang baik antara pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk lebih meningkatkan kinerja pembangunan perkebunan di Provinsi Lampung,” pungkasnya.(KMF)

Diberdayakan oleh Blogger.