Bahayanya Gendong Bayi Sembarangan

Katalampung.com, Bandarlampung-Aktifitas menggendong anak adalah salah satu cara untuk meningkatkan kedekatan batiniah seorang ibu dengan anaknya. Akan tetapi, masih ada saja ibu yang belum mengetahui bagaimana menggendong bayi yang baik dan benar. Bahkan, masih percaya mitos yang menyesatkan.

Bahayanya Gendong Bayi Sembarangan
Foto IST. Salah satu teknik gendong bayi yang benar.
Menurut Inisiator Lampung Babywearers, Silvia Listiana, ada salah satu mitos yang masih  beredar luas di masyarakat. "Menggendong pekeh katanya diperbolehkan bagi anak usia lebih dari enam bulan karena dapat membuat tungkai bayi membentuk letter X atau O, padahal semua itu hanyalah mitos," Ujar perempauan yang akrab disapa Silvi.

Menurutnya,gendong pekeh ( M-shape) sudah diperbolehkan sejak bayi usia newborn (baru lahir) dan tidak akan membuat tungkai bayi membentuk letter X atau O, bahkan tidak akan membuat bayi berjalan mengangkang. "Justru dengan gendong M-shape akan mengurangi resiko terjadinya hip dysplasia (dislokasi sendi) pada selangkangan bayi," terang nya.

Dalam waktu dekat, dia menambahkan, pihaknya akan memperkenalkan kepada masyarakat berbagai jenis gendongan ergonomis yang dapat dipakai, seperti woven wrap, strechy wrap, ringsling, soft stucture carrier (ssc), sling pouch, meh dai, dan lainnya.
Silvi menambahkan, menggendong adalah instrumen penting bagi tumbuh kembang anak. Ada resiko jika tidak tepat dalam menggendong. "Kalau salah gendong, anak bisa berpotensi teekena Hip Dysplasia. Kondisi sendi pinggul dalam bentuk yang tidak sempurna (terlalu dangkal) atau soket pinggul tidak dalam posisi yang benar, yaitu menutup dan menopang pangkal tulang paha/ dislokasi," ungkap dia.

Dia menyebutkan, Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi ketika bayi masih kecil. Dampaknya anak akan menyeret sebelah kakinya ketika mulai merangkak dan kemampuan berjalannya lambat. "Bayi yang menderita Hip Dysplasia harus menjalani terapi menggunakan alat bernama Pavlik Harness atau alat Hip Dysplasia splint untuk memposisikan kaki bayi membentuk M-position," tutup dia. (rls)
Diberdayakan oleh Blogger.