Masyarakat Tanjung Rame Dukung Kadus Armin Tetap Bertahan

KATALAMPUNG.COM- Masyarakat Dusun Tanjung Rame memberikan dukungan kepada Armin yang merupakan Kepala Dusun (Kadus) Tanjung Rame tetap bertahan. Dukungan masyarakat itu datang karena Armin diduga dipaksa mengundurkan diri oleh Madsupi yang menjabat sebagai Kepala Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan. Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan di Dusun Tanjung Rame, Selasa (29/09/2020) malam.

Masyarakat Tanjung Rame Dukung Kadus Armin Tetap Bertahan


Pertemuan yang dihadiri sekitar seratusan warga tersebut juga dihadiri tokoh agama K.H Mustofa dari Ponpes Assala’fiyah, Ustadz Muhyar, Ustadz Ghozali, Ustadz H. Syarifudin, Ustadz Uci dan juga Ketua RT 003 Suhandi serta Ketua RT 002 Endang. Perwakilan tokoh masyarakat K.H Komaruddin, H. Pulung , H. Saefudin, Tamzil, H.M Fajri, H. Siswanto, Saiman, serta hadir juga tokoh pemuda, pengurus risma dan pengurus majelis taqlim.

“Alhamdulillah masyarakat Dusun Tanjung Rame masih mendukung saya sebagai Kadus Tanjung Rame dan masyarakat menolak adanya proses pengunduran diri saya karena pengunduran diri tersebut atas paksaan dan intimidasi,” ujar Armin.

Selanjutnya, pemaksaan pengunduran diri sebagai kadus oleh Kades Tanjung Baru, lanjut Armin, dengan alasan masa jabatan kadus telah selesai. “Padahal masa jabatan 12 kadus itu sama tetapi yang dipaksa mengundurkan diri hanya saya dan juga Kadus Tegal Sari, Bapak Subandian,” kata dia.

Armin menjelaskan, pada pertemuan tersebut para perwakilan masyarakat menandatangi surat pernyataan yang di antaranya berisi dukungan kepada dirinya dan masih mengakui Armin sebagai Kadus Tanjung Rame. “Masyarakat juga menolak adanya penggantian Kadus Tanjung Rame dan juga adanya pemilihan Kadus Tanjung Rame,” kata Armin seraya berharap Camat Merbau Mataram dapat memberikan sanksi kepada Kades Tanjung Baru karena telah melakukan pemaksaan pengunduran dirinya.

Sementara itu, ketika dihubungin oleh wartawan Madsupi selaku Kepala Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, belum bisa menanggapi persoalan tersebut. (Red)

Diberdayakan oleh Blogger.