Pemprov Lampung Dorong Transparansi dan Investasi Lewat Dua Raperda Prioritas
Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung yang dipimpin Ketua DPRD Ahmad Giri Akbar, Senin (30/06/2025). Agenda rapat mencakup Penjelasan Perubahan Program Pembentukan Perda (Propemperda) 2025, serta pembahasan awal tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penting.
Salah satu Raperda yang
disampaikan adalah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Lampung
Tahun Anggaran 2024. Wagub Jihan menyampaikan bahwa laporan keuangan
tersebut telah diaudit BPK RI dan kembali meraih Opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut.
"Ini adalah bukti komitmen
kita terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,"
tegas Jihan.
Meskipun ada beberapa target
pendapatan dan belanja daerah yang belum sepenuhnya tercapai, program-program
prioritas tetap terlaksana dengan baik. Wagub juga menekankan pentingnya peran
semua pihak dalam penyempurnaan pelaksanaan APBD di masa mendatang.
Dalam rapat tersebut, Pemprov
juga mengajukan dua Raperda prakarsa, yaitu: Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung 2025–2029 serta Pemberian Insentif dan
Kemudahan Penanaman Modal
Menurut Wagub, kedua Raperda ini
bersifat strategis karena menjadi landasan arah pembangunan daerah lima tahun
ke depan, sekaligus mendorong iklim investasi yang sehat dan kompetitif. RPJMD
Lampung juga diselaraskan dengan RPJMN 2025–2029 bertema "Bersama
Menuju Indonesia Emas 2045".
Visi pembangunan Lampung ke depan
dikemas dalam slogan "Lampung Maju Menuju Indonesia Emas",
yang dijabarkan dalam tiga pilar utama: Pertumbuhan ekonomi inklusif, mandiri,
dan inovatif, SDM unggul dan produktif, serta Kehidupan masyarakat yang
berkeadilan, berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan
efektif.
Wagub juga menyebutkan bahwa
Lampung akan memperkuat posisinya sebagai Lumbung Pangan Nasional dan
mulai menginisiasi Lumbung Energi Terbarukan. Salah satu program
prioritasnya adalah stabilisasi harga pangan serta efisiensi distribusi hasil
pertanian.
Program nasional seperti Makan
Bergizi Gratis juga akan diintegrasikan dalam RPJMD karena mampu
meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorong konsumsi produk pangan lokal.
Terkait Raperda tentang insentif
investasi, Wagub menekankan pentingnya penyusunan regulasi yang mendorong
pembangunan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prinsip dasar yang dipegang adalah kepastian hukum, transparansi, kesetaraan,
efisiensi, dan akuntabilitas.
Wagub berharap pembahasan kedua
Raperda ini bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu. “Kami menyampaikan
apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas
dukungannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lampung
Ahmad Giri Akbar menyatakan harapannya agar dua Raperda prakarsa tersebut tidak
hanya berdampak pada pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga dapat dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dalam rapat tersebut juga dilakukan penyerahan resmi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 dari Wakil Gubernur kepada Ketua DPRD, serta disahkan Perubahan Propemperda 2025 oleh DPRD Lampung. (kmf)
