Pemprov Lampung Gelar Rakor TKPKD 2025, Satukan Langkah Atasi Kemiskinan Ekstrem
Bandar Lampung --- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2025 di Gedung Pusiban, Kamis (12/6/2025).
Rapat koordinasi
penanggulangan kemiskinan ini bertujuan untuk membangun kesepahaman dan
menyelaraskan perencanaan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan di
Provinsi Lampung antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Dihadapan seluruh peserta
Rapat yang dihadiri oleh Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dan Penjabat
Pimpinan Tinggi Pratama yang mewakili 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung,
Wakil Gubernur Jihan menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi ini menjadi bagian
yang penting bagi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD)
sebagai tim yang strategis dalam melakukan rencana aksi dalam penanggulangan
kemiskinan di Provinsi Lampung.
"Dalam menanggulangi
kemiskinan secara lebih terstruktur, terintegrasi dan berkelanjutan kita harus
sama-sama melakukan tahap kesepemahaman, bahwa tim ini perlu kerja-kerja yang
tidak hanya bisnis as usual tetapi memang kerja cepat," ungkap
Jihan.
Lebih lanjut, Jihan
menuturkan bahwa kemiskinan di Provinsi Lampung memang mengalami penurunan
secara bertahap, tetapi bukan angka yang bertahap jalannya pelan yang
diinginkan, akan tetapi angka yang cepat untuk turun sampai angka kemiskinan
ekstrem menjadi nol di Provinsi Lampung.
Kemiskinan tidak bisa
diselesaikan hanya dengan satu pendekatan, diperlukan kebijakan yang inklusif
dan intervensi yang tepat sasaran sehingga upaya yang dilakukan bisa semakin
efektif, dan semua itu tidak bisa berjalan dengan baik tanpa koordinasi yang
baik antara semua kabupaten dan kota dan juga Provinsi Lampung.
"Karena itu kita perlu
menyamakan arah dan langkah kita dalam penanggulangan kemiskinan di provinsi
Lampung agar Selaras dan tepat sasaran," ucapnya.
Jihan menegaskan bahwa angka
kemiskinan yang masih ada harus menjadi pengingat bahwa perjalanan belum
selesai dalam menuntaskan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrim. Menurutnya,
setiap kebijakan yang dibuat dan setiap program yang diluncurkan benar-benar
harus menyentuh secara langsung masyarakat miskin dan memberi peluang untuk
berkembang.
Perencanaan agar semakin
matang, strategis dan berbasis data yang lebih akurat melalui optimalisasi
secara tepat sasaran melalui strategi kebijakan yang meliputi tiga fokus utama
yaitu: Menekan pengeluaran dari masyarakat, Meningkatkan pendapatan masyarakat dan
Penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.
"Ketiga pendekatan
tersebut adalah upaya pengentasan kemiskinan yang penting kita lakukan secara
sinergi dan simultan antara pusat dan daerah, antara provinsi dan kabupaten
kota," ungkap Jihan.
Setiap program dan kebijakan
harus dapat menyentuh akar permasalahan dari setiap lokus sasaran program
pengentasan kemiskinan. Menurut Jihan program tersebut harus bisa menyesuaikan
dengan strategi melalui pendekatan yang tepat, selain itu masih tingginya
kemiskinan antara lain disebabkan belum optimalnya pengelolaan potensi daerah.
Program unggulan
Pemerintah Provinsi Lampung "Desaku
Maju" diharapkan dapat menjadi stimulus yang baik dalam memetakan untuk
mengoptimalisasikan pengelolaan potensi daerah yang baik, sehingga integrasi
dari program "Desaku Maju" itu dapat berjalan dan ekosistemnya dapat
bertumbuh.
"Salah satu program
unggulan yang saya Sebutkan program "Desaku Maju" yaitu menjadi
payung program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi dengan berbasis desa,
dan dengan pendekatan program terpadu ini kita berharap pengentasan kemiskinan
akan semakin efektif," ungkapnya.
Wakil Gubernur Lampung berharap agar kabupaten/kota dapat
benar-benar mengadopsi, mengembangkan program "Desaku Maju",
menginovasikan, meniru, memodifikasi program tersebut, mengembangkannya dengan
baik sehingga potensi daerahnya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dapat
berjalan dengan baik.
"Saya berharap sekali
lagi, tim ini dapat menjadi tim yang strategis membersamai program-program
Pemerintah Provinsi Lampung dan kabupaten kota, dan dapat berhasil mengentaskan
kemiskinan yang ada di provinsi Lampung," ucapnya.
Diakhir Wakil Gubernur
Lampung, Jihan Nurlela menekankan agar melalui rapat Koordinasi ini dapat diambil langkah-langkah yang diperlukan
sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing untuk mengoptimalkan
pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan memastikan
ketetapan sasaran dan integrasi program yang melibatkan peran serta masyarakat.
Rapat koordinasi juga diisi dengan paparan dari Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Dr. Ahmadriswan Nasution, S.Si., M.T. (kmf)
