Selesaikan Polemik Buruh Pelabuhan Panjang, Pemprov Lampung Gelar Dialog Lintas Kelompok
KATALAMPUNG.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memediasi penanganan polemik hubungan industrial yang melibatkan ribuan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Panjang. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui penerimaan dua gelombang massa buruh dengan penyampaian aspirasi yang berbeda di Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa (19/05/2026).
Gelombang massa pertama yang
mengatasnamakan Forum Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang menyampaikan keluhan
terkait dugaan pemotongan upah berkala melalui mekanisme koperasi serta
ketidakjelasan peruntukan dana perumahan bagi sekitar sembilan ratus buruh
terdampak. Sementara itu, gelombang massa kedua dari perwakilan resmi Koperasi
TKBM Pelabuhan Panjang menegaskan legalitas keanggotaan mereka serta meminta
konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan regulasi satu pelabuhan satu
koperasi demi menjaga keamanan objek vital nasional.
Kajian Teknis dan Pengawasan
Objektif Berbasis Regulasi
Merespons dua aspirasi
tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa
Pemprov Lampung mengambil posisi netral dan independen dengan menempatkan
pengawasan di atas ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah daerah tidak
berdiri pada kepentingan kelompok mana pun, melainkan mengedepankan asas
keadilan serta perlindungan terhadap stabilitas iklim kerja di kawasan
pelabuhan.
Guna menghadirkan penanganan
komprehensif, Pemprov Lampung akan melibatkan Dinas Tenaga Kerja bersama Dinas
Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung untuk melakukan kajian teknis secara
mendalam. Pembahasan tersebut disusun dengan mengacu pada regulasi kementerian
terkait agar seluruh hak pekerja terlindungi tanpa mengganggu kelancaran
distribusi logistik dan roda perekonomian daerah.
Komitmen Menjaga
Kondusivitas Objek Vital Nasional
Sekretaris Daerah imbau
seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak membangun opini publik yang
berpotensi memicu eskalasi konflik di internal buruh. Pemerintah Provinsi
Lampung memastikan proses evaluasi akan berjalan transparan sesuai prosedur
operasional standar dan mekanisme hukum demi menciptakan suasana kerja yang
aman, tertib, serta kondusif bagi seluruh tenaga kerja di Pelabuhan Panjang.
Di sisi lain, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang juga memaparkan keberlanjutan program kesejahteraan bagi anggotanya yang telah berjalan, seperti penyediaan rumah tanpa uang muka dan angsuran yang telah dihuni sebagian besar anggota, bantuan sosial, hingga dukungan pendidikan keluarga. Melalui ruang dialog yang dibuka secara berkelanjutan, Pemprov Lampung optimis solusi berkeadilan dapat dicapai tanpa mengorbankan stabilitas kawasan pelabuhan.(KMF)
