Stabilitas Harga Terjaga, Lampung Catat Inflasi Tahunan Terendah Se-Indonesia pada April 2026

KATALAMPUNG.COM — Provinsi Lampung mencatatkan torehan positif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menjadi provinsi yang meraih tingkat inflasi tahunan (year-on-year) terendah secara nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Lampung pada periode April 2026 berada di angka 0,53 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang tercatat sebesar 2,42 persen.

Stabilitas Harga Terjaga, Lampung Catat Inflasi Tahunan Terendah Se-Indonesia pada April 2026

Capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Lampung, Liza Derni, secara daring dari Balai Keratun, Bandar Lampung, Selasa (05/05/2026). Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengamankan rantai pasok pangan.

Instruksi Proaktif Kemendagri dan Tren Komoditas Pangan

Dalam rakor tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menginstruksikan seluruh kepala daerah dan TPID untuk merespons dinamika harga dengan pemantauan langsung ke lapangan. Pemerintah daerah diminta tidak mengabaikan kenaikan harga komoditas sekecil apa pun karena akumulasi kenaikan harian dapat memberatkan daya beli masyarakat, terutama pada komoditas beras, minyak goreng, bawang merah, gula pasir, dan cabai merah yang masih mengalami kenaikan di ratusan daerah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi nasional per April 2026 secara umum berada pada kondisi terkendali di angka 0,13 persen secara bulanan. Meskipun terdapat tekanan pada kelompok pengeluaran transportasi akibat kenaikan harga avtur, penurunan harga pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras berhasil memberikan andil deflasi yang meredam gejolak harga secara nasional.

Komitmen Pemprov Lampung Menjaga Kelancaran Rantai Pasok

Keberhasilan Lampung menekan laju inflasi hingga ke level terendah menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melindungi keterjangkauan harga bagi masyarakat. Pengawasan ketat pada distribusi bahan pangan pokok serta intervensi pasar yang tepat sasaran terbukti mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar tradisional maupun modern.

Melalui koordinasi intensif bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait, Pemprov Lampung berkomitmen mempertahankankan kinerja pengendalian inflasi ini. Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil dan inklusif.(KMF)

Diberdayakan oleh Blogger.