Prabowo: Katanya MBG Singkatan Mas Bahlil Ganteng

KATALAMPUNG.COM – Presiden Prabowo mengatakan MBG singkatan dari Mas Bahlil Ganteng. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7/2026) malam.



“Katanya MBG singkatan ‘Mas Bahlil Ganteng’.. Bisa aja lu..,” ujar Prabowo disambut gelak tawa para hadirin.

Diketahui, kehadiran Presiden Prabowo menjadi salah satu perhatian dalam acara yang dihadiri jajaran pengurus PKB, tokoh nasional, para ulama, serta para pimpinan partai politik.

Dalam sambutannya, Prabowo mengaku sempat merasa lelah sebelum tiba di lokasi acara. Namun, semangatnya kembali bangkit setelah mendapat sambutan meriah dari para peserta.

"Saya tadinya agak capek, tetapi begitu masuk disambut drumband dan Mars PKB, saya jadi tambah semangat," ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengenang pidato Wakil Presiden ke-13 KH Ma'ruf Amin pada Harlah PKB tahun sebelumnya. Menurutnya, pesan yang disampaikan KH Ma'ruf Amin masih sangat relevan sebagai pengingat agar bangsa Indonesia tetap berpegang pada cita-cita para pendiri bangsa.

Presiden kemudian menegaskan bahwa Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi penting dalam membangun perekonomian nasional. Ia menilai pasal tersebut menjadi pedoman agar pengelolaan kekayaan alam benar-benar ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Selain menyampaikan pidato, Prabowo juga menerima dokumen rekomendasi hasil Ijtima Ulama Indonesia yang diserahkan dalam rangkaian acara Harlah PKB.

Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kekayaan bangsa serta mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan yang berlandaskan konstitusi.

Peringatan Harlah ke-28 PKB tahun ini berlangsung dengan mengusung semangat persatuan, kebangsaan, dan penguatan peran ulama dalam mendukung pembangunan nasional. (red)

Diberdayakan oleh Blogger.