Pemprov Lampung Dorong 102 Dokter Baru Unila Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Daerah

KATALAMPUNG.COM - Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan. Komitmen ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menghadiri Sumpah Dokter Periode III Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) di Grand Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Senin (31/8/2026).

Pemprov Lampung Dorong 102 Dokter Baru Unila Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Daerah


Dalam prosesi tersebut, sebanyak 102 dokter baru resmi mengangkat sumpah profesi. Wagub Jihan mengingatkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar seremonial, melainkan ikrar moral dan profesional untuk mengabdikan ilmu demi kemanusiaan serta pembangunan daerah.

SDM Kesehatan sebagai Pilar Utama

Wagub menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi di masa depan, peran tenaga kesehatan tetap menjadi pilar utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, para lulusan baru didorong untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan pelayanan terbaik yang menjunjung tinggi integritas.

Selain itu, Pemprov Lampung terus berupaya meratakan akses layanan kesehatan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk memperkuat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Unila pada empat program studi guna memenuhi kebutuhan tenaga medis spesialis di daerah.

Mengisi Ruang Strategis Pembangunan

Tidak hanya berfokus pada penanganan medis di fasilitas kesehatan, para dokter baru juga diajak untuk turut serta melihat dinamika persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Wagub mendorong para dokter muda agar tidak ragu mengambil bagian dalam ruang-ruang strategis pemerintahan guna memberikan gagasan dan solusi nyata dalam membangun daerah.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., berpesan agar para dokter baru senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjunjung tinggi profesionalisme, mengandalkan kerendahan hati, serta memahami batas kemampuan diri demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (KMF)

Diberdayakan oleh Blogger.