Megawati Umumkan Rekomendasi PDIP ke Herman HN-Sutono Sebagai Cagub dan Wagub Untuk Pilgub Lampung 2018

JAKARTA, katalampung.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, mengumumkan rekomendasi PDI Perjuangan untuk empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada Serentak 2018, Kamis, 4 Januari 2018. Melalui video streaming yang disiarkan di Channel Youtube PDI Perjuangan, Megawati mengumuman keempat pasangan calon bagi Provinsi Papua, Maluku Utara, NTB dan Lampung.


 
Megawati Umumkan Rekomendasi PDIP ke Herman HN-Sutono Sebagai Cagub dan Wagub Untuk Pilgub Lampung 2018
Sumber: YouTube
Dalam hal ini Megawati mengumumkan pasangan untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung kepada Herman HN-Sutono. Untuk Provinsi Papua, direkomendasikan pasangan Jhon Wempi Wetip dan Habel Melkias Suwae.

Sedangkan NTB, PDIP merekomendasikan Tuan Guru Haji Ahyar Abduh dan Mori Hanafi, SE, M.Comm. Untuk pasangan Cagub dan Wagub Maluku Utara, PDIP merekomendasikan  KH. Abdul Ghani Kasuba dan M. Al Yasin Ali.

Pada saat memperkenalkan Herman HN, Megawati mengatakan sudah lama mengenalnya dan mempersilahkan Herman maju.”Beliau saat ini Walikota Bandarlampung, namanya Herman Hasanusi, umur 65 tahun, dari Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Megawati

Menurut Megawati, Herman HN saat ini telah melakukan pemberian kuota 40% bagi anak-anak marhaen di tingkat sekolah pertama dan menengah secara gratis tanpa tes, pembagian perlengkapan sekolah untuk 40 ribu siswa secara gratis setiap tahunnya.

“Pemberian operasional untuk 3.700 guru ngaji sebesar 500 ribu per orang setiap tahunnya. Dan berbagai program pertanian, infrastruktur kesehatan dan keamanan,” jelasnya.

Untuk wakil adalah Ir. Sutono, M.M., yang diperkenalkan Megawati, sebagai Sekda Provinsi Lampung.”Jadi sudah sangat mengenal seluk beluk birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Setelah saya amati sebagai Sekda Provinsi Lampung itu menurut saya boleh diacungi jempol,” kata Megawati.

Pada pidato yang dibacakan langsung oleh Megawati, menurutnya, di dalam PDI Perjuangan tidak ada kamus untuk mencari orang. “Tentu yang dijadikan orang, tapi calon pemimpin, yang mudah-mudahan dapat mempin wilayahnya masing-masing untuk lebih baik,” ujar Megawati.

Dirinya mencontohkan Risma, yang berjuang untuk rakyat, dan Megawati menegaskan kebanggaannya kepada Risma. Dirinya juga berpesan kepada semua pihak untuk segera menyelesaikan masalah pendaftaran ke KPU.

Megawati juga menegaskan tentang Politik Pendidikan. Dirinya juga pernah berdiskusi kepada Sekjen, supaya rakyat diberitahu mengenai Politik Pendidikan. “Supaya bermakna, supaya transparan. Semua adalah petugas partai. Petugas partai adalah sesuai dengan konstitusi PDIP,” imbuhnya.

Selain itu, kata Megawati, politik seolah hanya eksis apabila partai memenangkan pemilu. Justru yang baik adalah menyiapkan pemimpin dan tidak menghalalkan segala cara. Megawati menegaskan sangat hati-hati dalam memilih siapa yang akan di rekomendasikan.

Editor: Guntur Subing
Diberdayakan oleh Blogger.