Istri Wartawan Diduga Menjadi Korban Mallpraktik RS Asy Syifa

KATALAMPUNG.COM - Septina (26) istri seorang wartawan diduga menjadi korban mallpraktik pasca melakukan operasi caesar di Rs. Asy Syifa Medika Tulangbawang Barat (Tubaba). Atas dugaan mallpraktik tersebut, korban didampingi suaminya, Ferdi Irwanda melaporkan kasus tersebut ke polres Tulangbawang, Kamis (19/6/2019).

Istri Wartawan Diduga Menjadi Korban Mallpraktik RS Asy Syifa

Dalam laporannya, Septina mengaku menjadi korban dugaan mallpraktik pasca melakukan operasi ceaser pada 27 Maret 2019 di Rs Asy Syifa Tubaba. Dugaan mallparktiknya, kata dia, diperut korban tepatnya di dinding mulut rahim korban ditemukan kain kasa sepanjang satu jengkal bewarna coklat kehitam-hitaman dan menebarkan bau tidak sedap.

Keberadaan kain kasa tersebut diketahui setelah dirinya akan melakukan pab smear di Puskesmas Poned Panaragan Jaya, Kamis (19/6/2019). "Waktu saya mau pab smear dokter bilang kok ada benda asing menutupi mulut rahim. Spontan saya begong dan kaget, kok bisa dan saya bilang saya baru operasi ceasar,"ujarnya yang diamin Ferdi suami korban.

Seketika itu kata dia, dr. Rani selaku dokter yang menanganinya di Poned Panaragan Jaya langsung melakukan tindakan menarik dan mengeluarkan kain kasa tersebut. "Waktu kainnya ditarik mau dikeluarin rasa sakit benar dan saya menjerit karena tidak tahan," ujarnya.

Korban mengaku pasca operasi caesar dirinya mengalami nipas yang tidak behenti sejak pasca operasi hingga ditemukan kain tersebut. "Selama tiga bulan ini nipas saya tidak berhenti-henti dan bau disertai perut sering sakit," kata dia.

Pasca operasi lanjut dia, dirinya sudah dua kali melakukan pemeriksaan di Rs. Asy Syifa, namun dalam pemeriksaan tersebut fokus pada luka operasi yang sempat bernanah. "Waktu saya periksa dua kali di rumah sakit hanya satu kali ketemu dokter yang menangani operasi saya. Dan dia bilang tidak ada masalah, dan gejala seperti ini dialami semua pasein pasca operasi," ungkapnya.

Namun, kata dia, karena sering demam disertai nipas berkepanjangan dan bau darah tidak sedap  dirinya melakukan pemeriksaan dan bekonsultasi dengan   bidan Mareta dan bidan Lilis. "Waktu saya konsultasi ke bidan Mareta dia menyarankan saya untuk kuret untuk membersihkan kandungan dan rahim. Tapi saya belum melakukannya karena terbentur puasa dan lebaran," ujarnya.

Menanggapi dugaan mallpraktik tersebut, Humas Rs. Asy Syifa  Tubaba, Majril mengaku belum bisa berkomentar banyak karena belum mendapatkan laporan secara detail terkait rekam medik pasien.

"Kita belum bisa memastikan kasus ini mallpraktik atau bukan sebelum kita liat rekam medik pasiennya dulu," ungkapnya.

Majril yang juga selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Tubaba mengaku menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi. "Kalau memang masalah ini terbukti  tentunya ada tindakan dari pemkab yakni pencabutan izin praktek," kata dia.(red).
loading...
Diberdayakan oleh Blogger.